Senin, 12 Maret 2012 | By: iqbal aria pusaka

Album Baru The Changcuters

The Changcuters merupakan sebuah grup musik asal Bandung, Indonesia. Grup musik yang dibentuk pada tahun 2005 ini beranggotakan Mohammad Tria Ramadhani alias Tria (vokal), Muhammad Iqbal atau Qibil (backing vocal & gitaris), Arlanda Ghazali Langitan atau Alda (gitaris), Dipa Nandastra Hasibuan atau Dipa (bassis), dan Erick Nindyoastomo alias Erick (drummer). Album pertamanya adalah Mencoba Sukses (2006) dan diikuti album kedua (repackaged) Mencoba Sukses Kembali dirilis pada tahun 2008. Band ini umumnya bergenre rock.
Berdirinya band ini diprakarsai oleh Dipa, Tria dan Qibil yang teman sekampus. Mereka pun mengajak Alda dan Erik, yang juga teman Qibil main band saat SMU. Nama The Changcuters bukan bermakna jorok atau berasal dari Bahasa Sunda yang berarti pakaian dalam pria. Tapi berasal dari nama seorang sahabat, Cahaya, yang popular di mata mereka lantaran lucu.
Nama The Changcuters mulai dikenal sejak membintangi iklan ‘’Flexi’’ dengan jargon ‘’beuu’’. Sebelum itu, mereka telah merilis album pertama di bulan Agustus 2006 berjudul Mencoba Sukses. Album tersebut lahir dengan bantuan Uki Peterpan, termasuk dalam proses membuat master, proses duplicating kaset dan CD, jadwal studio rekaman dan biaya lainnya. Sayang album ini kurang sukses di pasaran. Lewat bantuan Uki pula The Changcuters bisa menembus Sony BMG. Setelah bergabung dengan Sony BMG, album kedua pun dirilis tahun 2008. Pada tahun yang sama, The Changcuters juga membintangi film berjudul The Tarix Jabrix. Tak hanya membintangi, beberapa soundtrack dalam film ini menggunakan lagu yang ada dalam album kedua mereka.
Daftar isi
* 1 Diskografi
* 2 Filmografi
* 3 Soundtrack Film
* 4 Pranala luar
Smile peluncuran album baru The Changcuters
Band Rock N Roll yang kental dengan image fun ini hadir dalam satu paket entertainment yang lengkap: unik, lucu, seru, cerdas, idealis tetapi berdaya jual tinggi. The Changcuters,salah satu band lokal indonesia yang saya sukai.awalnya eksis tampil di pensi-pensi sekolah setelah merilis album indienya, Mencoba Sukses (2006) kini makin berkibar. Di tahun ini mereka kembali meluncurkan album berjudul the Changcuters dan Misteri Kalajengking Hitam. Uniknya, peluncuran album itu disertai pula dengan sederet kegiatan lainnya: `Pertunjukan Siang Bolong The Changcuters & Misteri Kalajengking Hitam, film `The Tarix Jabrix 2`, Comic `Wow Men`, sampai-sampai Yahoo Messenger pun terkena virus kebanci-tampilan Changcuters! Konsep dari keseluruhan kegiatan mereka tersebut adalah membentuk The Changcuters sebagai Whole Package Entertainment, bisa dinikmati audio juga visualnya.
Peluncuran album The Changcuters & Misteri Kalajengking Hitam ini ditandai dengan perubahan penampilan para personilnya. Mereka tampil unik dengan rambut sasakan dan baju berseragam, misalnya dengan celana bermotif. Seperti saat ditemui di La Piazza Kelapa Gading, Rabu (260309). Mereka tampil kompak dengan jaket kulit hitam dan celana skinny bermotif kotak-kotak hitam putih. Tentang barunya ini, Trias Changcut (vokal) menargetkan penjualan bukan hanya pada hitungan jutaan copy, tapi miliaran. “kita pasang target miliaran copy. Optimis donk, daripada minder?” katanya.
Sebagai pesta perayaan atas peluncuran album baru The Changcuters. dilangsungkan event berjudul “PERTUNJUKAN SIANG BOLONG THE CHANGCUTERS & MISTERI KALAJENGKING HITAM”. Diselenggarakan Kamis, 26 Maret 2009 bertempat di La Piazza Kelapa Gading Jakarta . SCTV menyiarkan secara live, pertunjukan ini mengambil tema superhero. Bintang tamu yang memeriahkan acara ini yaitu Ello, Andi / rif, Nindy, dan Derby berdandan layaknya superhero. Pesta ini juga diikuti oleh Cosplay Komutoko yaitu komunitas pecinta film animasi atau action figure. The Changcuters Wannabes (penggemar The Changcuters yang berdandan ala The Changcuters) berparade mengelilingi area mal sebagai pembuka acara. ”Pertunjukan ini memungkinkan penggemar-penggemar The Changcuters dari kalangan remaja sampai anak kecil nyaman menonton konser mereka, beda dengan konser di lapangan dengan jumlah massa beejibun”, jelas Toto, Managing Director Sony Music.
Selasa, 25 Oktober 2011 | By: iqbal aria pusaka

The Changcuters Kembali Tampil Sebagai Geng Motor The Tarix Jabrix


Jakarta - Planet Hollywood, Jakarta, Selasa [14/6] sore, Tria Changcut sedang setengah mengeluh setengah bercanda dengan seorang kru infotainment yang bertanya soal berapa kali dia harus melakukan pengambilan gambar untuk adegan kecupannya dengan aktris cantik Olivia Jensen. “Bukan ciuman ya, tapi sun,” kata Tria buru-buru mengoreksi kata ‘ciuman’ yang dipakai si reporter. “Ini pasti besok keluarnya di infotainment, Tria Changcut mencium Olivia Jensen. Aah, udah ketebak nih. Hahaha. Udah, sekalian aja tuh wawancara Tyas.” Seisi ruangan Planet Hollywood terbahak mendengar celotehan Tria. Adegan yang dimaksud, adalah adegan singkat di film The Tarix Jabrix 3 di mana Tria memainkan karakter Cacing alias Caca Sutarya, pemimpin geng motor baik hati The Tarix Jabrix. Sedangkan Olivia Jensen, memainkan karakter Melly, Jendral geng motor paling ditakuti di Bandung, Road Devils.

Film The Tarix Jabrix 3, diproduksi oleh Starvision melihat kesuksesan dua film terdahulunya: di bioskop maupun ketika tayang di televisi selalu mendapat rating yang bagus. “Artinya keluarga Indonesia selalu menerima Tarix Jabrix, itulah sebabnya kami ingin menghadirkan kembali The Tarix Jabrix sebagai bagian hiburan keluarga. Melalui film ini kami ingin coba me-refresh, kami ingin lebih banyak memberikan pesan positif seperti menghormati orangtua misalnya. Ini film yang cocok buat dewasa, muda, dan seluruh kalangan,” kata Chand Parwez Servia, produser Starvision.

Naskah film yang dibuat oleh Cassandra Massardi ini sebenarnya sudah rampung lebih dari satu tahun lalu, tapi naskah yang sudah jadi itu pun tak dipakai. The Tarix Jabrix pun diceritakan kembali bertualang di kota asalnya, Bandung untuk memberantas geng motor yang merugikan masyarakat—khususnya perusahaan asuransi di mana Cacing bekerja. “Di film ini, sangat ada peningkatan kualitas akting dari anak-anak The Changcuters. Sebelum syuting pun mereka ada proses reading lagi. Dan saya paling salut sama aktingnya Dipa Changcut [pemain bass] di mana di sini dia harus menangis,” kata sutradara Iqbal Rais. “Dipa mah seumur hidupnya belum pernah nangis. Lihat aja, masa muka begitu nangis. Jadi, ini pertama kali dia nangis,” kata Tria seraya tertawa.

Selain para personel The Changcuters dan Olivia Jensen, The Tarix Jabrix 3 dibintangi oleh di antaranya Candil, presenter Kamidia Radisti, Barry Prima, Eddi Brokoli dan sebuah cameo dari Dede Yusuf yang sekarang menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. “Dia main tanpa dibayar, bahkan permintaan main itu datang dari beliau, jadi kami dengan senang hati menerimanya,” kata Parwez.

Selain film The Tarix Jabrix, The Changcuters juga mengeluarkan album berjudul Tugas Akhir yang merupakan album terakhir dari kontrak pertamanya dengan Sony Music Indonesia. Hingga hari kemarin, belum ada kepastian soal apakah mereka akan kembali dikontrak Sony Music Indonesia. “Kalau ada yang bilang kami aji mumpung, ya memang. Mumpung ide kreatif kami ada yang mau mewujudkan. Mumpung Pak Parwez masih mau bikinin kami film. Pada dasarnya The Tarix Jabrix ini merupakan salah satu konsep kami yang dari dulu pengen bikin film. kami pengen ada media baru buat promo album. Kalau bikin video klip kan biasanya satu lagu satu klip. Anggap aja ini, seluruh lagu di album dibikinin klip,” kata Tria.
Jumat, 21 Oktober 2011 | By: iqbal aria pusaka

Sejarah Nama Band The Changcuters

Sejarah Nama Band The Changcuters
Nama The Changcuters ini dipilih secara spontan, diambil dari nama seorang teman, tepatnya teman SMP Qibil yaitu Cahya yang nama panggilannya adalah “Cangcut” Begini ceritanya: Sebenarnya nama Changcuters sudah ada jauh sebelum mereka bertiga membentuk band. Pada awalnya Tria, Qibil dan Dipa serta beberapa teman kuliah mereka sering sekali berfoto ala anak Band, dan pada masa-masa mereka hobi berfoto ria, bertemulah mereka dengan Cahya yang nama panggilannya adalah “Cangcut”, Tria, Dipa dan teman2 lainnya merasa heran dengan nama panggilan itu..mereka merasa nama Cangcut tersebut adalah nama yang lucu..akhirnya setelah bertemu si “Cangcut”, kata2 cangcut menjadi panggilan akrab mereka seperti “Apa kabar Cut?”, “Kemana aja Cut?” dan lain-lain. Karena kejadian-kejadian itulah, akhirnya folder foto mereka yang bergaya anak band tersebut, dinamai dengan Changcuters dan akhirnya ketika Tria, Dipa dan Qibil memutuskan untuk membentuk Sebuah Rock N Roll Band mereka langsung sepakat kalo nama bandnya adalah THE CHANGCUTERS

Tentang The Changcuters

The Changcuters merupakan sebuah grup musik asal BandungIndonesia. Grup musik yang dibentuk pada tahun 2005 tanggal 19 September ini beranggotakan Mohammad Tria Ramadhani alias Tria (vokalis), Muhammad Iqbal atau Qibil (backing vocal & gitaris), Arlanda Ghazali Langitan atau Alda (gitaris), Dipa Nandastyra Hasibuan atau Dipa (bassis), dan Erick Nindyoastomo alias Erick (drummer). Album pertamanya adalah Mencoba Sukses (2006) dan diikuti album kedua (repackaged) Mencoba Sukses Kembali dirilis pada tahun 2008.Band ini umumnya bergenre rock. mereka menamai aliran musik mereka a'la kita garasi rock n rollBerdirinya band ini diprakarsai oleh Dipa, Tria dan Qibil yang teman sekampus. Mereka pun mengajak Alda dan Erick, yang juga teman Qibil main band saat SMU. Nama The Changcuters bukan bermakna jorok atau berasal dari Bahasa Sunda yang berarti pakaian dalam pria. Tapi berasal dari nama seorang sahabat, Cahya, yang popular di mata mereka lantaran lucu.
Nama The Changcuters mulai dikenal sejak membintangi iklan ‘’Flexi’’ dengan jargon ‘’beuuh’’. Sebelum itu, mereka telah merilis album pertama di bulan Agustus 2006 berjudul Mencoba Sukses. Album tersebut lahir dengan bantuanUki Peterpan, termasuk dalam proses membuat master, proses duplicating kaset dan CD, jadwal studio rekaman dan biaya lainnya. Sayang album ini kurang sukses di pasaran. Lewat bantuan Uki pula The Changcuters bisa menembusSony BMG. Setelah bergabung dengan Sony BMG, album kedua pun dirilis tahun 2008. Pada tahun yang sama, The Changcuters juga membintangi film berjudulThe Tarix Jabrix. Tak hanya membintangi, beberapa soundtrack dalam film ini menggunakan lagu yang ada dalam album kedua mereka.

The Changcuters

Tahun 2011 bisa jadi merupakan tahunnya grup musik asal Bandung ini. Soalnya tahun ini The Changcuters banyak memberikan kejutan. Apa saja kejutannya? Yuk, kita simak obrolan GADIS dengan Tria (vokal), Qibil (gitar), Dipa (bass). Alda (gitar), dan Erick (drum) berikut ini!

KEJUTAN 1: ALBUM BARU, TUGAS AKHIR

Gadis (G): Ceritakan dong tentang album terbaru kalian, Tugas Akhir!
Qibil (Q): Tugas Akhir rencananya keluar antara akhir April sampai sekitar awal Mei. Proses mencari ide buat materi albumnya sampai ke Eropa, lho/ Tapi, sayangnya nggak bertemu juga sama si ide. Akhirnya sih, si ide ketemunya pas lagi tur, ngobrol bareng personel lain dalam mobil elf.
Tria (T): Justru pas kami lagi nge-jam bareng suka ketemu si ide lagu. Brainstorming-nya saat itu. Nah, kalau sudah ketemu idenya, langsung diolah saat itu juga. Dalam album ini bakal ada 12 track yang intinya, ingin memberitahu tentang hal-hal positif, dan disampaikan dengan gaya berbahasa yang mendidik.
Dipa (D): Proses bikinnya memakan waktu dua bulan. Satu bulan workshop, satu bulan rekaman. Pokoknya, semua lagu kami di album terbaru ini fun to the max, deh.

Bisa dijelaskan tentang unsur jazz dan musik tradisional yang dimasukkan ke dalam album terbaru kalian?
T: Sebenarnya sih, genre kami masih disitu-situ saja, tetap ciri khas The Changcuters. Sentuhan jazz dan musik tradisional itu touch up-nya saja. Kami sisipkan kedalam musik kami supaya ada yang berbeda di album kali ini. Bikinnya juga nggak menggunakan alat musik tradisional sungguhan, tapi pakai alat band biasa, cuma terdengarnya jadi seperti musik tradisional. Kalau penasaran, nanti dengar lagu Kencan Sehat, ya!


Ceritakan juga dong, tentang single pertama kalian, Parampampam!
Q: Diberi judul Parampampam karena ada lirik "parampampam" di dalam lagu tersebut. hehehe...
T: Lagu ini bercerita tentang laki-laki yang jatuh cinta kepada seorang cewek dan pesan yang ingin disampaikan adalah mari kita belajar bahasa Inggris secara fun. Nggak nyambung, ya? Sebenarnya nyambung, soalnya lagu ini liriknya pake bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, gitu. Tadinya mau ngajakin belajar Kimia dan Fisika, tapi nanti lagunya jadi susah. hehehe...

KEJUTAN 2: PENAMPILAN BARU

G: Album baru, gaya berpakaian kalian sekarang pun berbeda, Bisa dijelaskan?
Q: Album baru, kami ingin menciptakan image baru. Soalnya, kami merasa style kami yang kemarin itu sudah lewat masanya. Seperti perancang-perancang dunia yang punya fashion season, The Changcuters juga punya. Rencananya, tiap album baru keluar, kami juga bakal ganti gaya berpakaian.
T: Ciri khas The Changcuters adalah kami selalu mementingkan penampilan terlebih dahulu dibandingkan dengan hal lain. Seperti untuk hal bermusik, itu mah belakangan. Kami ingin dikenal sebagai band yang fashionable dan stylish.

G: Apa tema pakaian kalian utuk album terbaru ini?
The Changcuters (T): (serempak) SOVF, yang merupakan singkatan dari Style of Vintage Futuristic.
T: Jai, walaupun kami berpakaian ala vintage tapi tetap bisa dirasakan sentuhan fashion depannya.

G: Untuk urusan pakaian, apakah kalian menyewa jasa stylist atau designer?
D: Designer atau stylish sih, kami nggak punya, tapi kalau tukang jahit ada. hehehe....
T: Kami sendiri yang belanja dan mengurusi masalah pakaian. Kami suka cari-cari referensi dari teve, band luar, internet, majalah, dan film.
Q: Kalau ada yang cocok waktu lagi jalan-jalan ke mal, ya langsung kami beli lima pasang. Tapi, kalau kostum yang kami inginkan ternyata nggak ada di pasaran, berarti kami harus design sendiri, terus dibikin ke tukang jahit.

KEJUTAN 3: FILM THE TARIX JABRIX 3

G: Kapan nih, kita bisa melihat akting The Changcuters lagi?
Erick (E): Tunggu saja, ya! Rencananya seri film ketiga dari The Tarix Jabrix sudah bisa disaksikan di bioskop-bioskop kesayangan Anda mulai 16 Juni 2011.

G: Bagaimana proses syutingnya?
E: Alhamdulillah, seru banget! Syutingnya berlangsung sekitar Januari 2011 selama kurang lebih satu bulan.
Q: Sekitar 90 persen syutingnya berlangsung di outdoor, tapi bukan di sembarang outdoor. Kami sampai harus ke hutan, danau, gunung, sampai kawah, lho
Alda (A): Lokasi syutingnya di seputar Jakarta, Bandung dan sekitarnya. Tapi, kami lebih menyorot tempat-tempat wisatanya, khususnya waktu syuting di Bandung. Kami pergi ke Kawah Putih, Situ Patenggang, dan Gunung Tangkuban Perahu. Ada juga syuting yang mengambil lokasi di kawasan Puncak.

G: Bisa kasih bocoran, cerita filmnya bakal seperti apa?
E: Masih tentang geng motor, tapi sekarang ceritanya kami sudah bekerja. Kalau yang pertama ceritanya kami masih sekolah, film kedua tentang masa kuliah. Nah, ini lanjutannya.
Q: Yang bikin film ini seru sih, action-nya lebih banyak.
T: Lawan mainnya juga baru. Kali ini kami bermain bersama Olovia Jensen. Jadi, jangan khawatir nggak bisa nonton film bagus hanya karena film Hollywood nggak bisa masuk Indonesia, karena sudah ada gantinya, yaitu The Tarix Jabrix 3. Film ini bakal menggebrak deh, pokoknya! The Transformers 3 sih, nggak ada apa-apanya kalau dibandingkan film kami. hahaha.....

The Changcuters Unjuk Kebolehan Bermusik di Tarix Jabrix 3

The Changcuters--(kiri ke kanan) Dipa Nandastra Hasibuan (bas), Arlanda Ghazali (Alda, gitar), Mohammad Tria Ramadhani (vokal), Muhammad Iqbal (Qibil, gitar), dan Erick Nindyoastomo (drum)--dengan gaya penampilan baru mereka pada 2011.
The Changcuters, grup musik asal Bandung, kembali ramaikan perfilman nasional. Setelah sukses di film Tarix Jabrix (2008) dan Tarix Jabrix 2 (2009), kini band yang berdiri pada 2005 itu kembali beradu akting di Tarix Jabrix 3, yang akan segera dirilis pertengahan Juni ini.
Pada penampilan ketiganya kali, mereka sesumbar akan memberikan penampilan yang berbeda. “Walaupun main lagi di film Tarix Jabrix, akan sangat berbeda filmnya. Cerita sama setting-nya juga akan beda. Banyakan outdoor, banyakan action-nya,” terang Mohammad Tria Ramadhani alias Tria, vokalis The Changcuters, ketika ditemui usai pembuatan video klip single kedua album Tugas Akhir di Hot Rod Cafe, Pangeran Antasari, Jakarta, Senin (13/6/2011).
Dalam film Tarix Jabrix, yang merupakan film pertama bagi band ini, The Changcuters berperan sebagai anggota kelompok geng motor. Band yang digawangi oleh Tria, Muhammad Iqbal (Qibil,
gitar sekaligus backing vocal), Arlanda Gazali Langitan (Alda, gitar), Dipa Nandastyra Hasibuan (Dipa, bas), dan Erick Nindyoastomo (Erick, drum) ini bertarung dengan geng motor ‘The Smokers’ demi mengungkap kasus penggunaan narkotika. Ternyata bisa lho, geng motor itu bersih dan tahu aturan.
Adapun dalam sekuel film Tarix Jabrix 2, The Changcuters hijrah ke Jakarta demi mengenyam pendidikan lanjutan. Meski begitu, arena balapan liar masih menjadi latar belakang cerita, walaupun The Changcuters kini juga telah hijrah menggantikan motor-motor mereka dengan sebuah mobil.
Dunia kampus dan kisah percintaan pun pada akhirnya menyeret mereka dalam sebuah kasus penculikan, salah satu kasus khas ibu kota. Lantas, seperti apakah keterlibatan The Changcuters pada filmnya sekarang?
“Ceritanya, dalam film ini kami jadi boyband yang berarwah. Jadi roh di dalam film Tarix Jabrix 3. Kalimat utamanya pun roh,” kata Tria menjelaskan konsep keterlibatan bandnya dalam film Tarix Jabrix 3.
Ditambahkan, dalam film yang masih digarap oleh Iqbal Raiz dan diproduksi Starvision Plus ini, The Changcuters akan berakting dengan mempertontonkan kepiawaain mereka dalam bermusik. “Akan ada kombinasi yang sangat apik,” sambung Tria. “Cita-cita, ide dari dulu, pengin berperan di film tapi bukan berperan sebagai The Changcuters. Meski begitu, tetap ada strategi promosi album juga, nggak sekadar menambah pengalaman akting saja, he-he-he,” tuntasnya.

Awal Mula Terbentuknya "Changcuter's"

The Changcuters :
- Rock N Roll Band
- Berdiri sejak 19 Sept 2004
- Terdiri dari 5 cowok sok keren
- Mengutamakan Penampilan
- Menyajikan aksi panggung yang spektakuler
- Cinta damai dan penuh kasih
Sejarah Awal
Berawal dari persahabatan 3 orang pria yang hobinya exist, yaitu Tria , Qibil dan Dipa yang pada tahun 2000 berlajar di Fakultas Ilmu Komunikasi di sebuah Universitas Negeri Bandung. Selain bersama-sama kuliah di sana, mereka juga sangat gemar menghadiri acara-acara pentas musik yang marak berlangsung di kota Kembang. Dari mulai acara lokal yang skalanya kecil sampai dengan konser artis mancanegara.
Hampir tiap acara musik mereka hadiri, hingga akhirnya pada suatu malam di tahun 2004, Tria, Qibil dan Dipa memiliki sebuah gagasan untuk membentuk Band, namun bukan sembarang Band, mereka ingin sesuatu yang baru dan menyegarkan, sesuatu yang tidak biasa, bahkan luar biasa, seperti halnya pemilihan nama bandnya yaitu THE CHANGCUTERS.
Sejarah Nama Band The Changcuters
Nama The Changcuters ini dipilih secara spontan, diambil dari nama seorang teman, tepatnya teman SMP Qibil yaitu Cahya yang nama panggilannya adalah “Cangcut” Begini ceritanya: Sebenarnya nama Changcuters sudah ada jauh sebelum mereka bertiga membentuk band. Pada awalnya Tria, Qibil dan Dipa serta beberapa teman kuliah mereka sering sekali berfoto ala anak Band, dan pada masa-masa mereka hobi berfoto ria, bertemulah mereka dengan Cahya yang nama panggilannya adalah “Cangcut”, Tria, Dipa dan teman2 lainnya merasa heran dengan nama panggilan itu..mereka merasa nama Cangcut tersebut adalah nama yang lucu..akhirnya setelah bertemu si “Cangcut”, kata2 cangcut menjadi panggilan akrab mereka seperti “Apa kabar Cut?”, “Kemana aja Cut?” dan lain-lain. Karena kejadian-kejadian itulah, akhirnya folder foto mereka yang bergaya anak band tersebut, dinamai dengan Changcuters dan akhirnya ketika Tria, Dipa dan Qibil memutuskan untuk membentuk Sebuah Rock N Roll Band mereka langsung sepakat kalo nama bandnya adalah THE CHANGCUTERS
Formasi The Changcuters
Pada tanggal 19 September 2004 The Changcuters terbentuk, Pada awalnya The Changcuters beranggotakan 3 Orang saja yaitu Tria (Vokal), Qibil (Gitar) dan Dipa (Bass) lalu untuk pengisi instrument lainnya mereka mengajak Alda (Gitar) dan Erick (Drum) sebagai additional Player. Alda adalah teman SMA Qibil dan pernah juga satu Band bersama Qibil semasa SMA, sedangkan Erick juga teman seband Qibil semasa SMP dan SMA awal. Formasi ini ternyata tidak berlangsung lama, Erick hanya dapat membantu sampai pada saat pembuatan demo awal The Changcuters yang berisi 4 lagu. Erick tidak dapat membantu kita karena pada saat itu Erick masi tergabung dalam Band lain.
Setelah berlatih dengan materi-materi lagu mereka sendiri akhirnya mereka merasa siap untuk segera tampil. Karena keterbatasan relasi, akhirnya mereka mencoba mengikuti audisi band agar bisa tampil di acara tersebut. Karena Erick tidak bisa membantu pada saat itu akhirnya posisi additional drummer diambil oleh Irwan yang merupakan teman dari teman mereka. Alhamdulillah, walaupun Irwan baru sekali latihan, The Changcuters berhasil lolos audisi dan manggung untuk pertama kalinya..Audisi demi audisi telah mereka lewati dan dari semua audisi, mereka selalu lolos dan berhasil manggung.
Ternyata posisi Irwan pada drum tidak berlangsung lama, Irwan mengundurkan diri dari posisi additional drummer di tahun 2005 Akhir, setelah sebelumnya sempat membantu kita membuat demo kedua kita yang berisi 12 lagu.
Bertepatan dengan mengundurkan dirinya Irwan, Erick juga mengundurkan diri dari band lamanya. Tanpa pikir panjang lagi, Tria Qibil dan Dipa akhirnya mengajak Erick lagi dan menetapkan Erick dan Alda yang tadinya additional player sebagai personil tetap The Changcuters
The Changcuters Membuat Album
Dari awal audisi, The Changcuters sudah membawakan materi lagu sendiri. Materi tersebut sudah masuk ke radio-radio di Bandung dan sempat juga masuk chart teratas di acara indie chart di beberapa radio di Bandung. Berawal dari situ The Changcuters mulai dikenal luas terutama di Bandung. Banyak yang mulai menyukai The Changcuters dan banyak juga yang menanyakan album kita bisa didapatkan di mana. Atas dasar itulah The Changcuters memberanikan diri untuk membuat demo berisi 12 tembang yang pada awalnya akan kita release sendiri.
Pada saat mereka hendak mencari label rekaman, mereka bertemu Uki “Peterpan” yang dulunya pernah satu band dengan Qibil dan Erick. Mereka pada awalnya hanya ingin berkonsultasi dengan Uki tapi nasib berkata lain, ternyata Uki tertarik untuk memproduseri mereka karena pada saat itu Uki sedang mencoba membuat label rekaman baru yang bernama Masterplan Records dan The Changcuters menjadi releasan pertamanya. Singkat kata singkat cerita, album perdana The Changcuters pun release di bawah naungan Masterplan Records.
Album yang bertajuk “Mencoba Sukses” ini release pada tanggal 11 Agustus 2006 yang diiringi dengan launching album yang cukup spektakuler, yang mereka namakan “Konser Modal Nekat The Changcuters”, konser tunggal The Changcuters yang dihadiri oleh kurang lebih 10.000 orang
Mencoba Sukses Kembali
Diumur 2 tahun, sudah cukup banyak prestasi yang diukir The Changcuters antara lain menjadi Band Of The Year 2006 Versi majalah SMA, Rookie Of The Year 2006 versi salah satu radio swasta terkenal di Bandung dan lain sebagainya. Dan di umurnya yang ke 3 tahun, setelah habis kontrak dengan Masterplan Records, The Changcuters mendapatkan tawaran dari sebual label rekaman yang sudah sangat terkenal di Indonesia yaitu SONY&BMG Indonesia. Rencananya Sony&BMG akan merelease album repacked pada akhir 2007..Jadi untuk kamu yang mengaku Changcut Rangers sejati, mari kita dukung The Changcuters agar dapat terus berkarya sampai kakek-kakek..LETS ROCK N ROLL…Beli yang asli jangan yang bajakan..Wow..Maaaa’!!