Film The Tarix Jabrix 3, diproduksi oleh Starvision melihat kesuksesan dua film terdahulunya: di bioskop maupun ketika tayang di televisi selalu mendapat rating yang bagus. “Artinya keluarga Indonesia selalu menerima Tarix Jabrix, itulah sebabnya kami ingin menghadirkan kembali The Tarix Jabrix sebagai bagian hiburan keluarga. Melalui film ini kami ingin coba me-refresh, kami ingin lebih banyak memberikan pesan positif seperti menghormati orangtua misalnya. Ini film yang cocok buat dewasa, muda, dan seluruh kalangan,” kata Chand Parwez Servia, produser Starvision.
Naskah film yang dibuat oleh Cassandra Massardi ini sebenarnya sudah rampung lebih dari satu tahun lalu, tapi naskah yang sudah jadi itu pun tak dipakai. The Tarix Jabrix pun diceritakan kembali bertualang di kota asalnya, Bandung untuk memberantas geng motor yang merugikan masyarakat—khususnya perusahaan asuransi di mana Cacing bekerja. “Di film ini, sangat ada peningkatan kualitas akting dari anak-anak The Changcuters. Sebelum syuting pun mereka ada proses reading lagi. Dan saya paling salut sama aktingnya Dipa Changcut [pemain bass] di mana di sini dia harus menangis,” kata sutradara Iqbal Rais. “Dipa mah seumur hidupnya belum pernah nangis. Lihat aja, masa muka begitu nangis. Jadi, ini pertama kali dia nangis,” kata Tria seraya tertawa.
Selain para personel The Changcuters dan Olivia Jensen, The Tarix Jabrix 3 dibintangi oleh di antaranya Candil, presenter Kamidia Radisti, Barry Prima, Eddi Brokoli dan sebuah cameo dari Dede Yusuf yang sekarang menjabat sebagai Wakil Gubernur Jawa Barat. “Dia main tanpa dibayar, bahkan permintaan main itu datang dari beliau, jadi kami dengan senang hati menerimanya,” kata Parwez.
Selain film The Tarix Jabrix, The Changcuters juga mengeluarkan album berjudul Tugas Akhir yang merupakan album terakhir dari kontrak pertamanya dengan Sony Music Indonesia. Hingga hari kemarin, belum ada kepastian soal apakah mereka akan kembali dikontrak Sony Music Indonesia. “Kalau ada yang bilang kami aji mumpung, ya memang. Mumpung ide kreatif kami ada yang mau mewujudkan. Mumpung Pak Parwez masih mau bikinin kami film. Pada dasarnya The Tarix Jabrix ini merupakan salah satu konsep kami yang dari dulu pengen bikin film. kami pengen ada media baru buat promo album. Kalau bikin video klip kan biasanya satu lagu satu klip. Anggap aja ini, seluruh lagu di album dibikinin klip,” kata Tria.
Free Template Blogger collection template Hot Deals BERITA_wongANteng SEO




















Band The Changcuters selama ini dikenal dengan imej rock’n roll : celana pensil, kemeja ketat, jaket kulit ketat serta rambut disasak. Namun pada tahun 2011 ini, mereka melakukan ‘revolusi’ terhadap penampilan mereka. Band asal Bandung ini mengubah gaya penampilan mereka dengan style mafioso era 1950-an.






